Home » Fiction & Poetry
METAMORFOSIS
Sia-sia, pabila kau cari diriku
dalam serpihan prasasti masa lalu
yang berdebu dan digerus waktu
Tak pula kan kau temukan itu
dalam antologi puisi penyair bebal
dalam diktat usang atau buku tebal
yang berdesakan di etalase kaca
perpustakaan...
Cerpen HANNA FRANSISCA
Ilustrasi Helmi Haska
LELAKI itu khusuk mengais tempat sampah di samping gardu pasar. Puluhan ekor lalat hijau berdengung, dan mengitari kepala. Tapi ia tidak menghiraukan. Ia juga tidak peduli, dan sedikit pun tidak terusik oleh...
Cerpen FANNY J.POYK
Ilustrasi: Suparta
INI rumah ke dua belas yang kami tempati. Dua belas tahun menetap di Denpasar, Bali, dua belas kali sudah kami pindah rumah. Ayah menata hidup kami mirip kehidupan gipsy, bosan di satu desa, di satu banjar, ia memutuskan...
Cerpen FANNY J. POYK
Ilustrasi
SESUNGGUHNYA Lara setuju bila dikatakan cinta itu buta. Ketika cinta itu datang, merangsek dan mengoyak-ngoyak perasaannya, Lara bagai kerbau yang dungu, yang berjalan patuh mengikuti arah cinta yang ia rasa. Ya, ia seperti...
KERETA MALAM
Memasuki gerbang kota kereta malam itu merasa
begitu tua dan lelah: Ini bukan stasion penghabisan.
Ia masih harus kembali merangkak sepanjang jarak,
mengulang-ulang langkah sendiri sepanjang
lempengan baja yang dingin dan beku, yang lebih
diam...
Cerpen HANNA FRANSISCA
Ilustrasi karya Zaini
AYAM jantan yang dikebiri, yang oleh kodrat manusia diganti nama menjadi jam kai, kini terbaring mati. Tubuhnya gemuk. Barangkali dulu jam kai adalah calon petarung sejati, dengan taji runcing setajam pisau....
Ilustrasi karya Ishida Tetsuya
oleh Fanny J. Poyk
KUTULIS kisah ini tanpa menyinggung siapa yang telah kusinggung dan siapa yang telah tersinggung. Aku tidak mau menyebutkan nama karena nama sarat dengan berbagai tendensi ketersinggungan yang sewaktu-waktu...
oleh Hanna Fransisca
Ilustrasi karya Nam Chau
Pokok Manggis adalah surga bagi orang yang beriman pada arak, pada angka, pada peruntungan nasib, dan percaya pada hal-hal ghaib. Di pojok depan kuburan Tionghoa, melewati jalanan keras berbatu, berdiri...
LEBARAN
Ya, ya. Kita beli baju baru
bermerah mawar. Biar saja
desakan di dada menakar sendiri
sepinya senyap. Biar tahu
tak hanya riuh punya suara.
Kita pulang ke bahasa langit
:tetap saja biru. Sesekali ketemu
segaris hitam wajah asing melompat
lompatkan...
Cerpen Fanny J. Poyk
JAY, kutunggu balasan surat keseratus yang kukirim untukmu. Merpatiku terbang membisu menembus cakrawala, kepaknya yang gagah dengan moncong kosongnya tak sedikit pun memberi tanda kalau kau punya sedikit rindu yang kutunggu...