Home » Fiction
Cerpen HANNA FRANSISCA
Ilustrasi Helmi Haska
LELAKI itu khusuk mengais tempat sampah di samping gardu pasar. Puluhan ekor lalat hijau berdengung, dan mengitari kepala. Tapi ia tidak menghiraukan. Ia juga tidak peduli, dan sedikit pun tidak terusik oleh...
Cerpen FANNY J.POYK
Ilustrasi: Suparta
INI rumah ke dua belas yang kami tempati. Dua belas tahun menetap di Denpasar, Bali, dua belas kali sudah kami pindah rumah. Ayah menata hidup kami mirip kehidupan gipsy, bosan di satu desa, di satu banjar, ia memutuskan...
Cerpen FANNY J. POYK
Ilustrasi
SESUNGGUHNYA Lara setuju bila dikatakan cinta itu buta. Ketika cinta itu datang, merangsek dan mengoyak-ngoyak perasaannya, Lara bagai kerbau yang dungu, yang berjalan patuh mengikuti arah cinta yang ia rasa. Ya, ia seperti...
Cerpen HANNA FRANSISCA
Ilustrasi karya Zaini
AYAM jantan yang dikebiri, yang oleh kodrat manusia diganti nama menjadi jam kai, kini terbaring mati. Tubuhnya gemuk. Barangkali dulu jam kai adalah calon petarung sejati, dengan taji runcing setajam pisau....
Ilustrasi karya Ishida Tetsuya
oleh Fanny J. Poyk
KUTULIS kisah ini tanpa menyinggung siapa yang telah kusinggung dan siapa yang telah tersinggung. Aku tidak mau menyebutkan nama karena nama sarat dengan berbagai tendensi ketersinggungan yang sewaktu-waktu...
oleh Hanna Fransisca
Ilustrasi karya Nam Chau
Pokok Manggis adalah surga bagi orang yang beriman pada arak, pada angka, pada peruntungan nasib, dan percaya pada hal-hal ghaib. Di pojok depan kuburan Tionghoa, melewati jalanan keras berbatu, berdiri...
Cerpen Fanny J. Poyk
JAY, kutunggu balasan surat keseratus yang kukirim untukmu. Merpatiku terbang membisu menembus cakrawala, kepaknya yang gagah dengan moncong kosongnya tak sedikit pun memberi tanda kalau kau punya sedikit rindu yang kutunggu...
oleh Fanny J. Poyk
AKU membuka lemari antik ibuku. Kuperhatikan tumpukan kain batik yang tersusun rapi di beberapa rak yang ada di lemari. Mataku tertuju pada kain batik coklat tua dengan warna sedikit memudar. Aku tidak tahu apakah itu batik...
oleh Adek Alwi
Lukisan: Kerry Pandegrast
SEJUK sekali! Di mana ini?” Mirna memeluk tangan, menengok berkeliling. Hijau daun di mana-mana. Bunga aneka warna.
“Embun Pagi,” jawab Herman di luar mobil. “Tiga puluh kilo dari Bukittinggi....
Oleh Gerson Poyk
Ilustrasi (Foto: Kendali Kendalisodo)
RUMAH makan Papacili didatangi seorang anak berusia empat belas tahun yang hanya memakai celana tanpa baju.
“Mau makan, Nak?” tanya Papacili.
“Mau, Pak, tapi tidak punya uang.”
“Siapa...