Home » Poetry
METAMORFOSIS
Sia-sia, pabila kau cari diriku
dalam serpihan prasasti masa lalu
yang berdebu dan digerus waktu
Tak pula kan kau temukan itu
dalam antologi puisi penyair bebal
dalam diktat usang atau buku tebal
yang berdesakan di etalase kaca
perpustakaan...
KERETA MALAM
Memasuki gerbang kota kereta malam itu merasa
begitu tua dan lelah: Ini bukan stasion penghabisan.
Ia masih harus kembali merangkak sepanjang jarak,
mengulang-ulang langkah sendiri sepanjang
lempengan baja yang dingin dan beku, yang lebih
diam...
LEBARAN
Ya, ya. Kita beli baju baru
bermerah mawar. Biar saja
desakan di dada menakar sendiri
sepinya senyap. Biar tahu
tak hanya riuh punya suara.
Kita pulang ke bahasa langit
:tetap saja biru. Sesekali ketemu
segaris hitam wajah asing melompat
lompatkan...
Denpasar
denpasar, kota yang lahir
dari belukar
adalah akar
yang menjalar
di urat-urat nadimu
tertatih menahan perih
usia yang hijau
kau memburu bayang ibu
yang raib di ufuk barat
di senja penghabisan kata
saat bocah, jernih matamu
tak habis mereguk
cahya...
Penari Tua: Gambar Ni Polok di Museum Le Mayeur
Selain kepada langit untuk siapa pula hatimu menari
Apakah untuk kami agar kami bisa menandai batas samudera
Sebagaimana kami kenang tarianmu seperti derai ombak yang susut ke dalam raga
Betapa pun sunyi...
Kembali ke Hotel Tengah Malam
Jakarta lagi istirahat, sesiang tadi berlari.
Kafe sudah tutup. Aku serasa masih di bar tadi,
bergabung dalam jamaah reggae, khusyuk dalam
ritual sakral: rasta, rasta, rasta, rastatadus!
Lobi dikepung sepi, resepsionis yang...