Friday 24th October 2014

Home » Cover Story, Cover Story » Ingin Menjadi GM

oleh IDA NYOMAN JELANTIK SUBAWA

Ida Nyoman Jelantik Subawa

Perkenalkan. Saya Ida Nyoman Jelantik Subawa, mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali yang lebih dikenal dengan sebutan STP Bali. Untuk diterima menjadi mahasiswa STP Bali, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Setelah lulus dari SMAN 1 Amlapura empat tahun yang lalu,saya bercita-cita menjadi General Manager sebuah hotel, posisi yang top bagi orang yang bergelut disektor pariwisata.Saya memutuskan mengikuti tes beasiswa masuk STP Bali, yang kampusnya terletak di Nusa Dua. Saya sering mendengar tentang keunggulan kampus STP Bali, yang mempunyai bangunan megah, sarana praktek yang lengkap dan taman yang rindang.Kampus yang ideal bagi mahasiswa untuk menuntut ilmu, jauh dari kebisingan kota Denpasar.

Berkat informasi dan dukungan moril salah seorang paman, saya berkesempatan untuk mengikuti tes di salah satu hotel yang tergabung dalam Bali Hotel Association untuk memperoleh program beasiswa masuk STP Bali.Syukurlah, saya berhasil lulus tes. Keinginan saya dari dulu terjun membangun dunia pariwisata, mulai terlihat titik terang.

Tugas praktek Food & Beverage

Tanpa terasa saya telah melewati hampir empat tahun menuntut ilmu di STP Bali. Sejauh ini tidak ada hambatan dalam mengikuti kegiatan belajar di kampus. Dosen yang mengajar di sini ramah-ramah. Ketika dosen menerangkan materi kuliah sangat mudah dimengerti.Dari sekian mata kuliuah, yang paling saya senangi belajar Food & Beverage.Dari teori dan praktek  yang diajarkan, saya dapat mengenal kebudayaan asing lewat masakan dan minuman maupun tata cara makan internasional. Dari materi yang diajarkan dalam Food & Beverage saya merasa bisa mengenal sedikit tentang budaya bangsa lain, meski saya belum pernah ke negeri tempat jenis masakan itu berasal.

Pada kesempatan praktek kerja lapangan disalah satu hotel bintang lima di Bali, saya dituntut mempraktekkan apa yang telah diajarkan di kampus.Walau kenyataannya ada perbedaan di industri pariwisata, tapi mahasiswa telah dibekali dasar-dasar yang kuat kepada saya, jadi tidak ada kesulitan selama praktek kerja lapangan di hotel.
Hal yang paling mengesankan adalah ketika saya dan teman-teman satu kelas mengerjakan tugas kampus, yang mewajibkan untuk membuat sebuah event. Kami sepakat membuat event lomba barista atau keahlian meracik minuman kopi.Banyak hal yang kami dapatkan dari membuat event ini, selain mendapatkan pengetahuan tentang meracik kopi, kami juga memahami bagaimana seharusnya membuat sebuah event perlombaan barista.

Mahasiswa mengenal kebudayaan lewat masakan

Kampus bagi saya seperti keluarga, yang terus mendorong langkah saya mengejar cita-cita. Ya, saya ingin menjadi General Manager sebuah perusahaan sektor pariwisata. Cukup banyak alumini STP Bali yang memegang posisi kunci sebagai manager, baik di Bali maupun di mancanegara.Saya perlu banyak belajar dari perjuangan para senior, seperti I Nyoman Gede Dewa Rucika,Eksekutif Asisten Manager (EAM) Nikko Bali Resort & Spa, sebuah hotel bintang lima, yang mengalami kualitas pendidikan STP Bali dan selalu menempatkan prioritas pertama untuk lulusan sekolah ini saat perekrutan.

Sedangkan I Ketut Kanten,Direktur Penjualan dan Pemasaran (DOSM) Aston Bali Resort Spa sebuah hotel bintang lima, sebagai alumni mendapatkan pengetahuan yang komprehensif dan pelatihan selama di STP Bali.Sebagai eksekutif beliau mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan dengan penuh percaya diri berkat kualitas proses pembelajaran di STP Bali. Dari I Ketut Widiasa,Front Office Manager Hotel Nikko Bali Resort & Spa, saya mengetahui bahwa Keputusannya untuk belajar front office di STP Bali adalah benar.Dari pengetahuan dasar yang dipelajari dari sekolah ini, dikombinasikan dengan pengalamannya yang terbaik diperoleh dari industri, membuat beliau mencapai posisi manajerial.

Kabar yang mengembirakan datang dari alumni STP Bali, Rizal Ruriko Kasim yang menduduki jabatan General Manager Hyatt Regency Kinabalu Malaysia.Beliau yang dulu menjabat sebagai GM Hyatt Regency Yogyakarta selama empat tahun, sebagai orang pertama Indonesia yang menjadi GM Hotel Hyatt di mancanegara.

Ketika saya ditanya apa impian masa yang akan datang, terus terang saya ingin menjadi seorang GM, memimpin sebuah perusahaan. Sebagai orang Bali, saya ingin membuktikan bahwa anak desa seperti saya, juga dapat  memimpin suatu perusahaan. Saya sadar segala sesuatunya harus dimulai dari bawah, walaupun saya harus mulai dari seorang waitrees setelah lulus nanti, tapi mimpi itu akan saya capai.[]

Seperti dituturkan kepada Gus Wira/JB

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2011 Journal Bali · Subscribe:PostsComments