Thursday 18th September 2014

Home » Events, Opportunities » BEDAH BUKU “ARSITEKTUR KOPROL”- Anas Hidayat

5 Februari 2011, pukul 13.00 – 16.00 WIB
BEDAH BUKU “ARSITEKTUR KOPROL”- Anas Hidayat
Pembahas : Akhudiat
Moderator : Diana AV Sasa
dbuku biliopolis,
Royal Plaza Lt 3, M2,6-8
Surabaya

ARSITEKTUR KOPROL
Menyentil Surabaya, Menggelitik Jawa Timur

Penulis : Anas Hidayat
Editor : Nonot Sukrasmono, Syalabi Hifni, Khusnul Bachri, Syahlan Husein
Pracetak : Ribut Wijoto, Abdul Malik
Cover & Layout : Mufian Haris, Ifan, Arif J.
Cetakan : Juli 2010
Penerbit : Dewan Kesenian Jawa Timur
Ukuran : 21 X 29,7 cm. 120 halaman.

Buku ini merupakan sebuah kumpulan artikel yang berupa catatan-catatan pendek seputar Kota Surabaya dan Jawa Timur yang sebagian besar pernah dimuat di media massa. Buku yang diterbitkan oleh Komite Seni Rupa – Dewan Kesenian Jawa Timur ini terbagi dalam tiga bagian, yaitu:

Bagian I: Sentil Surabaya

Surabaya yang sedang tumbuh dan berkembang ini sangat penuh dengan “local paradox” (paradoks skala lokal), yang di dalamnya seluruh elemen kota Surabaya terlibat dalam pergulatan yang kadang-kadang begitu dilematis. Paradoks tersebut meliputi: lama–baru, kampung–kota, dulu–sekarang, agraris–metropolis, tua–muda, pusat-pinggiran, kumuh–elit, tradisional–modern, Barat–Timur, privat–publik, kaya-miskin, kendaraan-pejalan kaki, materialitas-spiritualitas, dll.

Bagian II: Jungkir-Balik dpavilion architects

dpavilion architects dari Surabaya merupakan sebuah biro arsitek yang mengubah wajah wisata Jawa Timur di awal abad ke 21, dengan karya-karyanya berupa: Jatim Park, WBL, BNS dan juga Jatim Park 2. dpavilion architects, dengan semboyan “kere bisa hore” ingin memberikan kesenangan dan kegembiraan pada orang banyak.

Bagian III: Gelitik Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur memiliki kekayaan arsitektur yang beragam, meskipun dalam buku ini masih sebagian saja yang disinggung. Arsitektur yang ada di Jawa Timur sebenarnya menyimpan “other voice” (suara lain) yang menunggu untuk dieksplorasi, dikaji dan diteliti. Antara lain gazebo tanpa paku karya arsitek MADcahyo. Gereja Puhsarang karya Maclaine Pont yang merupakan gereja dengan spirit lokal yang sangat menarik. Juga usulan Alun-alun Lamongan karya dpavilion architects sebagai Alun-alun generasi ketiga (populis). Tak ketinggalan, Pesantren Turen Malang yang dibuat “seperti” tanpa preseden, sebuah hasil berarsitektur sebagai “laku” (perjalanan hidup).

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2011 Journal Bali · Subscribe:PostsComments