Setelah lomba foto GAMBARA NIAS BANGKIT 2010 dengan tema “Solidaritas Untuk Nias, 6 Tahun Pasca Tsunami” yang diadakan Posko Delasiga (kini Yayasan DELASIGA) dengan dukungan berbagai pihak antara lain, Warisan Indonesia, KOMPAS, Metro TV, Fotografer.net, Republika,Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, JPC (Jakarta Photo Club), dan lain-lain, program tersebut dilanjutkan kembali melalui penyelenggaraan GAMBARA Foto Awards 2012 : Flores Bangkit, dengan tema “Cinta BHINEKA TUNGGAL IKA”. Lomba foto berskala internasional yang memperebutkan THE WINNER OF GAMBARA PHOTO AWARD 2012 dan Frans Seda Prize serta hadiah-hadiah menarik lainnya, diawali rangkaian kegiatan GAMBARA Road Show berupa workshop, peluncuran buku GAMBARA Nias, serta peluncuran portal gambara.co.id, dan pameran foto.
Bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali, panitia GAMBARA Foto Awards 2012 menyelenggarakan pameran foto yang menghadirkan para pemenang GAMBARA NIAS BANGKIT 2010, serta foto-foto terpilih yang mengabadikan landscape kehidupan sosial budaya masyarakat Flores. Bertindak sebagai kurator sekaligus ketua juri adalah Oscar Motuloh, Riza Marlon, Arbain Rambey, Makarios Soekojo, Tirto Handayanto, Frederick Lim Chung Wei, Ray Sugiharto, Moses Agustian, Nyoman Bayu Yudianala, dan Hardy Mendrofa.
















