Saturday 26th July 2014

Home » Events, Other Cities » Pentas Monolog “KUCING” karya Putu Wijaya oleh Butet Kertaredjasa

3 Desember 2010,pukul 20.00 WIB
Monolog “KUCING” karya Putu Wijaya
oleh Butet Kertaredjasa

Aula Fadjar Notonagoro lantai 2.
Kampus B Fak Ekonomi & Bisnis
Universitas Airlangga,
Surabaya

Gratis

Monolog bertajuk Kucing ini menyajikan makna yang tidak sederhana melalui bentuk pertunjukkan yang sederhana. Monolog dimulai dari cerita seekor kucing, yang membuat Butet senewen. Binatang yang kerap disayang,menggemaskan sekaligus dibenci banyak orang ini, membuat pusing Butet (si tokoh).

Suatu hari, si tokoh memukul kucing milik tetangga. Ia merasa tak bersalah karena kucing itu mencuri dan memakan ayam rica-rica miliknya. Persoalan justru semakin berkepanjangan, melalui Pak RT, si tokoh dikomplain pemilik kucing dan meminta ongkos perawatan kucing yang pincang akibat pukulan Butet. Ia kian terpojok, karena ongkos perawatan kucing itu semakin hari kian membesar, hingga mempengaruhi kondisi keluarganya. Meski menampilkan lakon ringan, nyaris tanpa kritik politis seperti yang biasa dibawakannya tetapi lakon Kucing ini tetap dibumbui karakter khas Butet dengan kembangan kritik pemerintah. “Meskipun dikritik berulang kali, pemerintah tetap tidak mau berubah. ‘Kucing’ jauh dari konotasi politis, tidak seperti cicak dan buaya atau tikus,” jelas Butet Kartaredjasa.

Riwayat
Butet Kartaredjasa

Lahir di Yogyakarta 21 November 1961. Anak ke 5 dari 7 bersaudara keluarga seniman (pelukis dan koreographer) almarhum Bagong Kussudiardja. Isteri: Rulyani Isfihana (Kutai, Kalimantan Timur. Anak: Giras Basuwondo (1981), Suci Senanti (1988), Galuh Paskamagma (1994).

Tinggi-berat: 170 cm, 73 kg

Kacamata: minus 4,5

Makanan kesukaan: tongseng kambing, soto

Kebiasaan: merokok, sehari 3 bungkus

Yang digemari: sepatu sandal “gaya Tamansiswa”, celana bersaku banyak, mengoleksi lukisan, rokok lokal merk non-mainstream, mobil kuno

Yang tidak disukai: kesepian

Kebiasaan masa kecil: nonton ketoprak di tobong, membatik

Cita-cita masa kecil: dokter

Cita-cita sekarang: mati secara indah, tidak merepotkan orang lain

Kepada siapa berterimakasih: kepada bapak yang telah memberikan atmosfer kesenian sejak awal; kepada anak dan isteri yang sangat toleran dan ikhlas atas aktivitas saya; kawan-kawan sepekerjaan yang penuh toleransi terhadap kebiasaan “membolos” untuk kegiatan kesenian saya; dan kepada teman-teman sekomunitas yang banyak memberi andil bagi pertumbuhan dan perkembangan saya

Kapan merasa bahagia: jika yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik

Pendidikan formal: SMSR/Sekolah Menengah Seni Rupa Yogya (1978-1982), Fakultas Senirupa dan Desain ISI Yogyakarta, jurusan seni lukis (1982-1987, drop out)

Pengalaman:

Mulai 1978-1992 menjadi sketser (penggambar vignet) dan penulis freelance untuk liputan masalah-masalah sosial budaya untuk media-media lokal maupun nasional: KR, Bernas, Kompas, Mutiara, Sinar Harapan, Hai, Merdeka, Topik, Zaman, dll.

Aktif sebagai pelukis dan pengamat senirupa. Sampai sekarang masih menulis esai budaya atau kolom (tentang masalah sosial budaya) di berbagai media massa cetak nasional.

Mulai 1978 aktif berteater, antara lain pernah bergabung di Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978-1981), Sanggarbambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994), Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang).

1979 – Aktor Terbaik Festival Teater SLTA se DIY ke 2

1981 – Aktor dan Sutradara Terbaik Festival Teater SLTA se DIY ke 4

1983 – Juara Pertama Lomba Esai TIM

1984 – Juara Pertama Lomba Esai Tentang Wartawan, LP3Y

1986-1990 – bekerja sebagai karyawan Kompas-Gramedia (wartawan Tab loid Monitor)

1985 – Aktif di Teater Gandrik sebagai pemain dan organisator produksi. Sampai sekarang masih terus menekuni teater dan pertunjukan monolog sebagai media berekspresi. Bersama Teater Gandrik berpentas di beberapa kota di Indonesia, termasuk mewakili Indonesia dalam Second ASEAN Theatre Festival (1990), di Singapore, membawakan lakon “Dhemit”. Dan mementaskan lakon yang sama di Kuala Lumpur, Malaysia.

1991 – Menjadi Redaktur (Budaya) Tamu di Bernas

1995 Mendirikan Komunitas Seni Kua Etnika bersama Djaduk Ferianto, Purwanto dan Indra Tranggono. Komunitas ini merupakan wadah pengembangan gagasan kreatif di bidang seni pertunjukan: musik dan teater.

1996 Mendirikan Galang Communication, sebuah institusi periklanan dan studio grafis

1997 Mendirikan Yayasan Galang yang bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah-masalah kesehatan reproduksi berperspektif gender.

1999 – Mendukung pementasan “Brigade Maling” Teater Gandrik di Monash University, Melbourne, Australia (1999). Dan pada tahun yang sama dinobatkan sebagai “TOKOH SENI” oleh PWI Cabang Yogya

Bekerjasama dengan Children Laboratorary, sebuah LSM Philipina, mendesain pertunjukan rakyat dengan semangat “lintas budaya” untuk kampanye kesehatan masyarakat dan pencegahan AIDS. mempresentasikan usaha ini di Kongres AIDS Internasional, di Durban, Afrika Selatan (th 2000)

2000 – Memperoleh “PENGHARGAAN SENI” dari Pemda DIY.

2001 – Menjadi pemain tamu Teater Koma Jakarta dalam lakon “Republik Bagong”.

Bekerjasama dengan Indosiar memproduksi sinetron 13 episode “Badut Pasti Berlalu”

2002 Menjadi host untuk acara talkshow “WAROENG” di TV7

Mendesain acara PASAR RAKYAT 76, Indosiar; dan TONIL BAGITO untuk tayangan TV7.

Sinetron “Satiran”, Indosiar

2003

Sinetron “Bumi dan Langit”, Starvision, stdr Tedy Setiadi

Sinetron 13 eps “Komedi Nusa Getir”, Transparancy Internasional Indonesia, stdr N Riantiarno

Sinetron 13 eps, “Oom Pasikom”, Starvision, stdr Dedi Setiadi

Pentas Teater “Opera Kecoa”, Teater Koma, Stdr N Riantiarno

“Departemen Borok”, Teater Gandrik, stdr Whani Dharmawan

2004

Menjadi manager Kua Etnika pentas keliling Eropa (Austria, Chezch,

Hungary, Poland dan Belanda) dalam Everlasting Kretek Heritage

Film Banyu Biru, (Teddy Suryatmadja/ Salto Film, 2004)

2005

Pentas Teater “Jangan Menangis Indonesia”, Teater Mandiri, stdr Putu Wijaya

Pentas Teater Tari “Sanggit”, Padepokan Seni Bagong K

Film Maskot, (stdr Robin Mohran/ Random Picture)

Memimpin grup Padepokan Seni Bagong K ke Folk Culture Seetion, Gangneung City, Korea Selatan

Memimpin grup Padepokan Seni Bagong K, dalam “Ramayana Diplomasi” ke Bangkok Thailand

Mendirikan Yayasan Bagong Kussudiardja

2006

Pentas Monolog “MATINYA TOEKANG KRITIK” karya Agus Noor, di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Salatiga, Surakarta, Purwokerto, GKJ Jakarta

Film “Pemahat Borobudur” (stdr.Arswendo Atmowiloto/Atmo Adamel Film)

Film “Koper” (Stdr: Ricard Oh)

Menjadi host talkshow “Asal Usul” bersama Jenar Mahesa Ayu, TVRI

Menjadi model iklan Honda Suprafit

Menerima Penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terpilih dalam film MASKOT, Festival Film Jakarta (JAK-TV)

Memerankan SBY dalam News.Com/Republik Mimpi, Metro TV (2006 sd 2007)

2007

Pentas KUNJUNGAN CINTA Teater Koma, di Graha Bakti Budaya TIM, 14 sd 28 Januari 2007

Memproduksi dan memainkan filler 76 DETIK, program televisi ditayangkan di beberapa stasiun televise, 76 episode.

Sejak September, menjadi kolomnis tetap harian Suara Merdeka, CELATHU, saban hari Minggu

Pentas Monolog MATINYA TOEKANG KRITIK, Festival Nusantara, Brisbane, Quensland, Australia

Menggagas dan tampil dalam KONSER KEBANGSAAN PERBANAS, di Balai Sarbini Jakarta

Menjadi model iklan jamu TOLAK ANGIN, Sidamuncul.

Mementaskan lakon monolog SARIMIN karya Agus Noor dalam Art Summit Indonesia ke 5 di Jakarta, dan mementaskan lakon yang sama di Yogyakarta dan Surabaya

2008

Turut menggarap dan bermain dalam lakon Teater Gandrik, SIDANG SUSILA, karya Ayu Utami dan Agus Noor, di Graha Bakti Budaya TIM dan di Yogyakarta

Berperan dalam film “Bola itu Bundar”, sutradara Mirwan/Nova Eliza

Berperan dalam film “Tiga Doa Tiga Cinta”, sutradara Nurman Hakim

Berperan dalam film “Outsiders”, sutradara Herwin

Berperan dalam film “Drupadi”, sutradara Riri Riza

Menjadi model iklan TV Comm, traktor tangan QUICK

Kembali menjadi SBY di acara parodi politik “Republik Mimpi” di TV One dan sejak Agustus pindah ke ANTV

Ikut mendukung acara “Gado-gado Politik KABARET”, Teater Koma, Metro TV

Repertoar teater yang pernah diikuti, antara lain

Teater SSRI Sepasang Mata Indah, (stdr: Butet K, 1978)

Abu, (stdr: Butet K, 1979)

Kisah Cinta dll, (stdr: Butet K, 1981)

Padepokan Seni BK Cinta Bau Bensin (stdr: Mus Biawan, 1978)

Joko Suruh (stdr: Bagong K, 1980)

Teater Tikar Ributnya Pondok Sunyi, (stdr: Genthong HSA, 1979)

Kaisar dan Pengemis (stdr Genthong HSA, 1981)

Taman Budaya Yogya, Anusapati (stdr: Sri Sadhono, 1984)

Teater Gandrik: Kesandung (stdr: Jujuk Prabowo, 1984)

Pasar Seret (stdr: Jujuk Prabowo, 1985)

Pensiunan (stdr: Jujuk Prabowo, 1985)

Sinden (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Isyu (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Dhemit (stdr: Jujuk Prabowo, 1986)

Orde Tabung (stdr: Jujuk Prabowo, 1987)

Kera-Kera (stdr: Jujuk Prabowo, 1988)

Upeti (stdr: Jujuk Prabowo, 1989)

Proyek (stdr: Jujuk Prabowo, 1992)

Flu (stdr: Jujuk Prabowo, 1988)

Buruk Muka Cermin Dijual (stdr: Jujuk Prabowo, 1991)

Khayangan Goyang (stdr: Jujuk Prabowo, 1992)

Juru Kunci (stdr: Jujuk Prabowo, 1987)

Juragan Abiyoso (stdr: Jujuk Prabowo, 1990)

Tangis (stdr: Jujuk Prabowo, 1990)

Brigade Maling (stdr: Jujuk Prabowo, 1999)

Mas Tom (stdr: Djaduk Ferianto, 2002)

Departemen Borok (stdr: Whani Dharmawan, 2003)

Sidang Susila (karya Ayu Utami & Agus Noor, stdr: kolektif, 2008)

Teater Dinasti:

Geger Wong Ngoyak Macan (stdr: Fajar Suharno, 1983)

Patung Kekasih (stdr: Fadjar Suharno, 1984)

Sepatu Nomer Satu (Stdr: Fadjar Suharno/Jujuk, 1985)

Kandang Bobrok (Stdr: Fadjar Suharno,  1985)

Kom. Pak Kanjeng: Pak Kanjeng (stdr: Emha dkk, 1993)

Teater Paku: Inspektur Agung (stdr: Jujuk, Djaduk,dkk, 1994)

Teater Koma: Republik Bagong (stdr: N Riantiarno, 2001)

Opera Kecoa (Stdr N Riantiarno, 2003)

Memandang Kandang, Natal nasional (Stdr N Riantiarno, 2005)

Kunjungan Cinta (Stdr N Riantiarno, 2007)

Teater Mandiri: Jangan Menangis Indonesia (stdr: Putu Wijaya, 2005)

Sinetron: Kucing Pak Selatiban (Dedi Setiadi,1985)

Ketulusan Kartika (Dedi Setiadi, 1995)

Asisten Sutradara “Tajuk” (Slamet Rahardjo, 1996)

Air Kehidupan (Chep Masduki, 1998)

Dukun AIDS, Kupu2 Ungu (Idris Pulungan, 1998)

Citraksa-Citraksi (Chep Masduki, 1998)

Gincu (Heruwati, TVRI Yogya, 1999)

Badut Pasti Berlalu (Dicky, Indosiar-Teater Gandrik, 2001)

Jejak Bisu (Firman Triyadi, FTV Prima, 2001)

Cintaku Terhalang Tembok (Nano Riantiarno, Indika,2002)

Beri Aku Satu Kesempatan (Darsa/Bamb. BS, FTV Prima, 2002)

Bumi dan Langit (20 eps, Teddy Setiadi, Starvision, 2002)

Satiran (Dicky Irawan dan Surya, Indosiar, 2002)

Tonil Bagito (Yoesi Enes, Persari/TV7, 2002)

Komedi Nusa Getir, ( 13 eps, stdr N Riantiarno, Transparancy Internasional Indonesia, 2003)

Oom Pasikom (13 eps, stdr Dedi Setiadi, Starvision)

Dunia Tanpa Koma (skenario Leila S Chudori, stdr Maruli Ara, Sinemart)

Monolog: Racun Tembakau, karya Jim Adilimas1986

Lidah Pingsan, karya Indra Tranggono & Agus Noor 1997

Lidah (Masih) Pingsan, karya Indra T & Agus Noor 1998

Benggol Maling, karya Butet K, 1998

Raja Rimba Jadi Pawang, karya Butet K dan Indra T 1999

Iblis Nganggur, karya Indra Tranggono 1999

Mayat Terhormat, karya Indra Tranggono & Agus Noor 2000

Guru Ngambeg, karya Indra Tranggono 2000

Satu Nusa Satu Jenaka, karya Agus Noor, 2003

Mencari Kasih/ Unicef, karya Agus Noor, 2004

Serial Monolog Pendek Metro TV, karya Agus Noor, 2005

Matinya Toekang Kritik, karya Agus Noor, 2006

Sarimin, karya Agus Noor, 2007

Film: Petualangan Sherina, (Riri Reza/Miles Prod, 1999)

Banyu Biru, (Teddy Suryatmadja/ Salto Film, 2004)

Maskot (Robin Moran/Random Picture, 2006)

Pemahat Borobudur (Arswendo Atmowiloto/Atmo Adamel Film, 2006)

Koper (Richard Oh/ Rumah Production, 2006)

Bola itu Bundar (Mirwan, 2008)

“Tiga Doa Tiga Cinta” (Nurman Hakim, 2008)

“Outsiders” (Herwin/InnoMaleo Pictures, 2008)

“Drupadi” (Riri Riza, Miles, 2008)

Alamat:

Jl. Bibis Raya, gang Nusa Indah 189

Kompleks Padepokan Seni Bagong K

Desa Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183

Telp/Fax: 62-274-376554, 0811269010, 08129581115

Email: butet@indo.net.id, kartaredjasa@yahoo.co.id
Website:http://www.butetkartaredjasa.blogdeti

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2010 Journal Bali · Subscribe:PostsComments