Wednesday 30th July 2014

Home » Fashion, Life Style & Entertainment » Butterfly Momma yang Siap Terbang Melayang

Butterfly Momma

NAMANYA Ika, berarti seribu pulau yang satu. Sebagai fashion desainer kelahiran Indonesia yang tinggal di Hongkong dan Bali,  Ika turut aktif mewarnai  ajang Hong Kong Fashion Week,  di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, 1 Expo Drive, Wan Chai, Hong Kong. Penyelenggaranya adalah Hong Kong Trade Development Council. Hong Kong Fashion Week Fall/Winter 2011 adalah ajang ke 42 dan merupakan salah satu event fashion yang terbesar di dunia.

Ika yang mengibarkan brand Ika Butoni salah seorang desainer  dari 1714 peserta pameran dari 21 negara. Untuk Hong Kong Fashion Week Fall/Winter 2011 Ika menggelar desain yang bertajuk “Butterfly Momma”, inspirasi cemerlang dari tradisi etnik Miao yang  berjodoh dengan style ciri khas fashion desainer Ika dalam karyanya selama ini. Karya fashion Ika yang kaya akan art dan crafting memadu padankan beberapa teknik fashion dan material menjadi identitas fashion Ika.

Ika mengeksplorasi legenda  dan mitos etnik Miao yang mempunyai  sejarah yang sangat panjang. Etnik Miao  tinggal di sepanjang lembah Yellow River dan Sungai Yangtze sekitar 5.000 tahun lampau. Mereka bermigrasi ke hutan dan pegunungan Cina barat daya dan kebanyakan tinggal di Propinsi Guizhou hingga ke hutan pedalaman di dekat Guangxi, Hunan, Hubei, dan Yunnan. Diantara mereka bahkan bermigrasi melintasi perbatasan Cina ke Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, dan Burma (Myanmar).

Butterfly Momma adalah salah satu tradisi luhur busana Miao. Penciptaan dunia menurut cerita orang-orang Miao berawal dari mitos Butterfly Momma. Menurut legenda, para dewa menciptakan bumi dan banyak menanam pohon maple. Kupu-kupu muncul dari salah satu pohon-pohon maple dan menetaskan 12 telur menjadi binatang simbol zodiac. Salah satu telur yang melahirkan anak laki laki bernama Jiang-Yang, sebagai asal muasal kehidupan manusia. Wanita Miao menempatkan gambar kupu-kupu dengan menyulam sebagai motif pakaian karena mereka percaya bahwa ‘Butterfly Momma’ membawa keberuntungan dan kesehatan serta kekuatan dan kesuburan.

Setiap penyelenggaraan Hong Kong Fashion Week, peragaan fashion Ika menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu karena selalu menyimpan kejutan. Ajang ini telah menyedot 21,418 pengunjung dari 87 negara pada tahun 2010. Transaksi yang terjadi selama acara ini adalah angka yang fantastis. Hong Kong Fashion Week merupakan sebuah ajang prestisius dimana fashion desainer dan produsen fashion terbaik di Asia bertemu dengan pembeli dari seluruh dunia. Ajang ini menjadi semacam launching bagi koleksi fashion baru Ika yang tematik, dimana kemasan fashion shownya merupakan gabungan kreatifitas dan entertainment.Di catwalk, fashion karya Ika dibawakan secara elegan silih berganti oleh model-model yang sesuai dengan karakter fashion dan temanya.  Butterfly Momma adalah sebuah intepretasi estetik yang menyimpan kekayaan ekspresi untuk menjadi busana masa kini yang sangat ragam pesona, bisa tampil anggun, mampu bergaya trendy maupun tampak modis.

Kecintaan Ika pada dunia kreatifitas tanah air membuatnya selalu tergerak mengajak kreator muda Indonesia berkolaborasi dalam shownya. Tercatat Ika mendorong fashion desainer muda Indonesia tampil di ajang fashion yang amat penting ini dan selalu menghadirkan desainer serta kreator lain baik koreografer, model, penari, desainer aksesoris dan jewelry serta bidang kreatif lainnya sebagai kolaborasi.

Dalam fashion shownya di ajang Hong Kong Fashion Week Fall/Winter 2011 Ika akan berkolaborasi dengan Tegep, desainer boots dari Bandung yang menampilkan boots yang indah sesuai dengan tema Butterfly Momma. Tegep Oktaviansyah mengawali bisnis sepatu bootnya “Tegep Boots” tahun 1997.  Penyuka Boot semenjak SMA dan berlatar studi Jurusan Desain Produk di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, ini  sangat menunjang kemajuan usahanya hingga memiliki banyak pelanggan setia baik penyuka motor besar, pejabat maupun anak muda.

Salah satu kunci sukses Tegep adalah keberaniannya dalam mengeksplorasi desain sehingga mampu membuat banyak terobosan dalam tampilan dan kualitas serta kenyamanan memakainya. Desain-desain Tegep Boots juga memadukan motif etnis, seperti Dayak dan Indian pada kulit berwarna-warni. Eksplorasi dengan bermacam kulit juga menjadikan desain sepatunya sangat unik. Akibat prestasinya ini desain sepatu Tegep bahkan disimpan di museum sepatu dan kulit di Jerman.
Sepatu Tegep bahkan kini merupakan bagian dari fashion yang tak terpisahkan. Desainer fashion Ika kerap berkolaborasi dengan Tegep di Hong Kong Fashion Week. Termasuk fashion desainer lainnya banyak yang memadukan fashionnya dengan boot karya Tegep.

Beberapa model dari Bali disertakan juga oleh Ika dalam peragaan busananya nanti. Kolaborasi Ika di Hong Kong Fashion Week Fall/Winter 2011 ini juga didukung oleh Garuda Indonesia yang memiliki komitmen membangun dunia kreatifitas Indonesia mendunia.

Ika akan menampilkan lebih dari 80 koleksi bertema Butterfly Momma ini dalam fashion show di Hong Kong Fashion Week Fall/Winter pada hari Senin tanggal 17 Jan 2011. Selama Hong Kong Fashion Week Fall/Winter dari 17-20 Januari 2011 ini koleksi Ika “Butterfly Momma” akan dipamerkan di Fashion Gallery Boutique Booths (Hall 1): 1E-B22, 1E-B24 dan World Boutique Booth (Hall 3): 3F-A23. Dengan kepiawaiannya, di tangan Ika inspirasi Butterfly Momma yang telah menjadi budaya suku Miao berabad lalu menjadi segar kembali bagai kelahiran baru kupu-kupu aneka motif yang siap terbang melayang.[]

Made Edam/JB
Disunting dari:komunitaskreatifbali.wordpress.com
Untuk Informasi selengkapnya hubungi:
butoni@hkstar.com
www.ikabutoni.com
www.tegepboots.com

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

1 Comment

  1. Issy says:

    Action rqeruies knowledge, and now I can act!

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2011 Journal Bali · Subscribe:PostsComments