Thursday 23rd October 2014

Home » Fashion, Life Style & Entertainment » Mari Berpakaian Organik

ADA satu jenis pohon yang secara tradisi dari dulu selalu dimanfaatkan, tapi sangat diabaikan Indonesia modern. Padahal dunia di sekitar kita justru sudah meliriknya sebagai salah satu solusi bagi masalah perubahan iklim.

Ia kini bisa menjadi pakaian organik, pakaian yang dibuat dari bahan-bahan non-kimiawi. Ia pohon yang tumbuh paling cepat di muka bumi. Dalam satu jam bisa tumbuh lima sentimeter. Untuk itu ia hanya butuh tetesan air hujan —sekurangnya 75 cm, hingga hujan deras 600 cm per tahun.

Ada sekitar 1.500 jenis dari 75 marga tumbuh di semua benua. Di Indonesia tumbuh 37 jenis dari 9 marga, tercatat di Departemen Kehutanan.

Jika pohon komersil lain butuh 25-70 tahun untuk dipetik manfaatnya, maka ia perlu 2-5 tahun saja, sekali lagi, hanya dari tetesan air hujan. Di Costa Rica seribu rumah dibangun dari 60 hektar pohon ini, untuk jumlah rumah yang sama dengan kayu biasa akan butuh 500an hektar pohon. Lebih kuat dari jati. Jika disapu lapisan tertentu, ia bisa lebih kuat dari baja. Mampu menahan beban hingga 4.000 kg/cm2. Jika masih berupa tunas, lumayan sedap untuk dimasak.

Bambu

Ia sangat akrab dengan keseharian kita, dari desa di puncak gunung terpencil hingga kota-kota besar tepi pantai. Begitu akrab sehingga kehadirannya tak terasa lagi. Buddha mengatakan bahwa bambu membangkitkan ketenangan dan menstimulasi kreativitas. Para pakar menyatakan bambu melepas oksigen 35% lebih banyak dari pohon seukurannya.

Menurut studi tentang sistem akarnya, bambu menahan air dua kali lebih banyak dari pohon komersil lain. Serabut-serabutnya mengikat tanah lebih kuat, mampu menahan longsor. Bahkan hanya bergoyang ketika pohon lain bertumbangan saat terjadi gempa.

Tanamlah bambu. Di negeri ini ia bisa tumbuh di tanah berkondisi apa saja. Satu ruas bisa tumbuh menjadi 200an batang. Ia amat sangat ramah lingkungan dan serbaguna. Untuk kebutuhan sehari-hari, alat rumahtangga, alat musik, bahan bangunan hingga pakaian.

Bamboo T-shirt, kaos berbahan 70% bambu dan 30% katun-organik sudah diproduksi Cina dan ramai-ramai dijual di pasar global sana. Kehalusannya merupakan paduan kehalusan kain kashmir dan sutra.

Marilah mulai berfikir pada socially responsible manufacturing agar setiap produk yang kita hasilkan mengarah pada zerowaste. Ia akan lebih mudah diterima oleh generasi muda dan pasar elite global di masa-depan-yang-sudah-makin-dekat.

Mari mulai berfikir juga untuk menghindari negeri ini menjadi pasar bagi produk-produk yang sampahnya lebih besar dari kegunaannya. (Indra Mulja)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2010 Journal Bali · Subscribe:PostsComments