Tuesday 21st May 2013

Home » News, News » 50 Perupa Gelar Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2010

Suasana pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2010 (foto: Vifick Bolang/JB)

JournalBali.com, GIANYAR – Bentara Budaya Bali di Gianyar, Bali, sejak Jumat (26/8) malam, menggelar pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2010 dari 50 perupa Indonesia yang menampilkan 50 karya senirupa yang selama ini menjadi ilustrasi cerpen-cerpen pada Kompas Minggu sepanjang tahun 2010.

Pameran menampilkan antara lain karya Ade Darmawan, Agus Purnomo, Agus Budiyanto, Angki Purbandono, AS Kurnia, Bob Yudhita Agung, Bunga Jeruk, Danarto, Dewa Ardana, Eddi Prabandono, I Putu Edy Asmara, I Wayan Wirawan, Nyoman Sujana Kenyem, Ipong Purnama Sidhi, Laksmi Shitaresmi, Polenk Rediasa dan Ong Hari Wahyu.
Guru Besar Bidang Sastra Universitas Udayana yang juga kritikus sastra, Prof. Dr. Nyoman Dharma Putra M. Litt, pada sambutannya  saat pembukaan pameran di Bentara Budaya Bali kemarin malam menyatakan mendukung usaha Kompas membangun khazanah seni rupa dan seni sastra di Bali.
“Bali kini menjadi pusat seni rupa dan seni sastra. Dalam seni rupa, Bali telah dikenal sejak tahun 1930-an, sehingga memberi inspirasi bagi banyak pelukis Eropa datang dan berkarya di Bali. Sedangkan dalam seni sastra, Bali baru belakangan ini diperhitungkan walaupun sudah lama mempunyai banyak majalah dan suratkabar tempat para penulis Bali menulis karya sastra” ujar Dharma Putra.
Menurut Kritikus sastra, penulis buku A Literaty Mirror ini, suratkabar Kompas turut memberi andil yang besar dalam perkembangan sastra di Bali.
“Bali mulai diperhitungkan sebagai pusat nilai seni sastra sejak Sutardji Calzoum Bachri menulis Puisi Dari Bali, di rubrik Bentara, Kompas, yang menjelaskan bahwa selain dikenal dengan tarian dan seni rupa, Bali mempunyai penyair yang berkualitas karyanya. Saya gembira dengan adanya Bentara Budaya Bali yang akan menunjang posisi Bali sebagai pusat nilai seni rupa dan sastra di Indonesia dan mendunia ,” ujarnya.
Menurut redaktur cerpen Kompas, Putu Fajar Arcana, selama ini redaksi   mengundang para perupa merespon setiap cerpen yang akan terbit. Redaksi mengirimkan cerpen kepada perupa satu minggu sebelum cerpen diterbitkan. Untuk waktu mendatang, ujar Arcana, redaksi akan memberi tenggang waktu yang cukup agar perupa optimal menggarap ilustrasi.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karya seni yang ditampilkan kali ini tidak hanya berupa lukisan, namun juga fotografi, patung, instalasi, bahkan video.Menurut Direktur Eksekutif Bentara Budaya, Efix Mulyadi,dalam pengantar pemeran menulis, bahwa 50 karya rupa yang dibuat dengan berbagai pendekatan, medium, maupun teknik.
Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2010 berlangsung sampai 4 September 2011, di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof. Ida Bagus Mantra 80-A, Ketewel, Gianyar, Bali. (Tim JournalBali)
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2011 Journal Bali · Subscribe:PostsComments