Saturday 30th August 2014

Home » News, News » Bentara gelar “Pekan Ragam Budaya Papua : Kamoro, Tinggalan Budaya Maramowe”

Suku Kamoro di pesisir selatan Papua. (foto:ist)

JournalBali.com, GIANYAR – Kebudayaan suku-suku di Papua yang unik dan beragam barangkali belum banyak diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Selama ini yang banyak dikenal hanyalah suku Asmat maupun Dani, sangat sedikit yang mengetahui bahwa terdapat 257 suku di Papua. Salah satu suku tersebut adalah Kamoro yang penduduknya bermukim di wilayah sepanjang 300 kilometer di pesisir Selatan Papua, di antara Sungai Otakwa dan Teluk Etna. Suku Kamoro memiliki keunikan ritual dan keunggulan budaya yang khas. Sebagai upaya mengenalkan serta menjembatani pemahaman kultural masyarakat terhadap Warisan Budaya Papua, bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali, Papua Center (Pace) FISIP UI menggelar “Pekan Ragam Budaya Papua : Kamoro, Tinggalan Budaya Maramowe” .

Program ini akan digelar di tiga tempat yaitu Bentara Budaya Bali (22 Juni – 1 Juli 2012), Bentara Budaya Jakarta (31 Juli-5 Agustus 2012), dan Kampus FISIP Universitas Indonesia Depok (10-15 September 2012). Pembukaan pertama akan diselenggarakan di Bentara Budaya Bali, Gianyar 22 Juni 2012 pk. 18.00 WITA. Selama sepekan, Pace akan menghadirkan budaya Orang Kamoro yang hidup di pesisir Selatan Papua.

“Dipilihnya Bali sebagai tempat pertama diselenggarakannya acara ini mempunyai alasan tersendiri. Bali adalah etalase Indonesia yang dikenal masyarakat mancanegara. Lebih dari itu, Bali adalah salah satu pusat kebudayaan dan spiritual Indonesia. Lewat Bali-lah, kita berharap budaya Papua dapat dipresentasikan dalam etalase Indonesia. Mungkin pula interaksinya dengan masyarakat Bali dapat diharapkan bahwa kearifan budaya yang dibawa dari Kamoro dapat memperoleh kekuatan makna dan menjadi ‘oleh-oleh’ bagi pementasan berikutnya di Jakarta,” kata Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono M.Sc, Direktur Eksekutif Papua Center, FISIP, Universitas Indonesia.

Berbeda dengan pameran budaya umumnya, pameran budaya yang ditampilkan oleh Pace ini berbentuk pameran etnografi, sebagai salah satu ciri khas keilmuan antropologi yang bernaung di FISIP UI. Pekan pameran ini juga akan dilengkapi dengan berbagai aktivitas budaya, seperti pertunjukan seni (mengukir, tarian), upacara tradisi, dialog budaya, pemutaran film etnografi, dan kuliner Kamoro. Dengan pameran seperti ini, pengunjung akan mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat Kamoro.

“Pameran ini juga akan dimaknai dengan diskusi budaya pada tanggal 23 dan 26 Juni 2012 pukul 19.00 di BBB. Agenda dialog tersebut akan menghadirkan Dr. Kalman ‘Kal’ Muller pemerhati budaya Kamoro, Timo Samin pelaku dan tokoh budaya Kamoro, serta Jean Couteau seorang budayawan dan pakar seni rupa,” jelas Juwitta K. Lasut, staff Bentara Budaya Bali. (Tim JB)
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments