Wednesday 17th December 2014

Home » News, News » Dialog Dini Hari merilis album piringan hitam

Band Dialog Dini Hari. (foto: Vifick Bolang)

JournalBali.com, DENPASAR – Band  balada dari Bali, Dialog Dini Hari (DDH) merilis album ketiga dalam format piringan hitam bertajuk “Lengkung Langit”. Ini kali pertama untuk DDH merilis album dalam format piringan hitam. “Kami hanya ingin mengikuti jejak band-band legendaris dunia, seperti The Beatles yang banyak merilis album piringan hitam,” kata Dadang SH Pranoto (biduan dan gitaris) yang didampingi Brozio Orah (bassis) dan Denny Surya (drummer) pada gelaran “Sesi Dengar Album Piringan Hitam Lengkung Langit”  di Warung Tresni, Jalan Drupadi No.54. Denpasar, Senin (11/6) kemarin.

Album piringan hitam dikerjakan melalui proses yang membutuhkan waktu sekitar setahun. Denny Surya sebagai penata suara (sound engineer) dari proyek ini menjelaskan bahwa setelah rekaman di Antida Record (Bali) empat lagu tersebut diproses menjadi piringan hitam 7 inci di Belanda dan Amerika. Album “Lengkung Langit” dirilis terbatas 200 keping. “Proses mentransfer hasil recording ke piringan hitam ini yang membutuhkan waktu yang lama dan ribet,” kata Denny.

Sesi mendengar album piringan hitam "Lengkung Langit"

Album piringan hitam kini telah menjadi trend di kalangan anak muda, yang tidak sekadar membeli rilisan lagu dalam bentuk kaset dan CD, tetapi juga memburu piringan hitam (vinyl) yang dianggap klasik. Pada perkembangannya, piringan hitam secara tradisional merupakan elemen mendasar dari pemujaan musik rock. Piringan hitam menghubungkan sang pujaan dan pemuja.

Piringan hitam di Barat juga sedang jadi ntrend anak muda yang sudah jenuh dengan MP3 atau format digital seperti CD yang mudah dicopy dan makin turun nilainya. Band di Indonesia seperti Superman Is Dead (SID)  juga telah merilis piringan hitam karena mereka bertahan di label kecil. Sesuatu yang sulit dilakukan oleh label besar yang mencetak dengan jumlah sedikit.

Selain tiga musisi yang menjadi motor DDH, empat lagu dalam album “Lengkung Langit”  hasil kolaborasi dengan beberapa musisi  seperti Kartika Jahja (vokal), Riza Arshad (akordion), Angelo Berardi (biola) dan Windu Estianto (piano). Sebagian besar pendengar setia DDH yang berjuluk Sahabat Pagi acapkali menanyakan adanya featuring dalam beberapa album DDH. Dengan enteng Dadang mengatatakan bahwa ia sangat senang dengan banyaknya featuring dalam setiap album.

“Kebetulan kami bertemu dengan musisi itu di studio. Saya senang sekali bila ada angle-angle (sudut pandang-red) yang lain dari Sahabat Pagi ketika mendengarkan musik kami,” tukas Dadang yang sejak remaja menyukai puisi yang berpengaruh dalam proses kreatif dalam menciptakan lirik untuk DDH.

Album piringan hitam “Lengkung Langit” yang diproduksi Rain Dog Record akan diluncurkan dalam konser DDH di Jaya Pub, Jl. MH. Thamrin Kav-1-2, Kebon Sirih, Jakarta, 14 Juni 2012. (heha/JB)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments