
Band Dialog Dini Hari. (foto: Vifick Bolang)
Album piringan hitam dikerjakan melalui proses yang membutuhkan waktu sekitar setahun. Denny Surya sebagai penata suara (sound engineer) dari proyek ini menjelaskan bahwa setelah rekaman di Antida Record (Bali) empat lagu tersebut diproses menjadi piringan hitam 7 inci di Belanda dan Amerika. Album “Lengkung Langit” dirilis terbatas 200 keping. “Proses mentransfer hasil recording ke piringan hitam ini yang membutuhkan waktu yang lama dan ribet,” kata Denny.

Sesi mendengar album piringan hitam "Lengkung Langit"
Album piringan hitam kini telah menjadi trend di kalangan anak muda, yang tidak sekadar membeli rilisan lagu dalam bentuk kaset dan CD, tetapi juga memburu piringan hitam (vinyl) yang dianggap klasik. Pada perkembangannya, piringan hitam secara tradisional merupakan elemen mendasar dari pemujaan musik rock. Piringan hitam menghubungkan sang pujaan dan pemuja.
Selain tiga musisi yang menjadi motor DDH, empat lagu dalam album “Lengkung Langit” hasil kolaborasi dengan beberapa musisi seperti Kartika Jahja (vokal), Riza Arshad (akordion), Angelo Berardi (biola) dan Windu Estianto (piano). Sebagian besar pendengar setia DDH yang berjuluk Sahabat Pagi acapkali menanyakan adanya featuring dalam beberapa album DDH. Dengan enteng Dadang mengatatakan bahwa ia sangat senang dengan banyaknya featuring dalam setiap album.
Album piringan hitam “Lengkung Langit” yang diproduksi Rain Dog Record akan diluncurkan dalam konser DDH di Jaya Pub, Jl. MH. Thamrin Kav-1-2, Kebon Sirih, Jakarta, 14 Juni 2012. (heha/JB)
















