Monday 28th July 2014

Home » News, News Photo » Lomba Utsawa Dharmagita di sela-sela Pesta Kesenian Bali ke-34

Foto: Nyoman Darma Putra

Anak-anak dan remaja nampak berlomba dalam Utsawa Dharmagita di sela-sela Pesta Kesenian Bali ke-34,  Sabtu-Senin ini di Taman Budaya Denpasar. Kegiatan tersebut terdiri atas parade seni, lomba pembacaan, dan menghafal sloka (sastra), pembacaan palawakya, geguritan, kekawin, dharma widya, parade kidung daerah, sarasehan, serta pameran dengan melibatkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Berdasarkan kitab suci Weda, Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya adalah Phalasruti, Phalasloka dan Phalawakya. Phalasruti mengandung makna pahala dari pembacaan kitab-kitab sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi. Phalasloka adalah pahala dari pembacaan kitab-kitab susastra Hindu seperti kitab Itihasa, yakni Ramayana dan Mahabarata. Phalawakya adalah tradisi pembacaan karya sastra Jawa Kuna, berbentuk prosa atau parwa.

Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan. Dengan demikian, Utsawa Dharma Gita adalah festival atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu. Utsawa Dharma Gita sebagai kidung suci keagamaan Hindu telah lama berkembang di masyarakat melalui berbagai pesantian, baik yang ada di Bali maupun luar Bali. Sebelum menasional, Utsawa Dharma Gita dilaksanakan Pemda Bali dalam bentuk lomba kekawin dan kidung. Penggunaan Dharma Gita dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan sangat membantu menciptakan suasana hening, hikmat/kusuk yang dipancari getaran kesucian dengan jenis yadnya yang dilaksanakan.[]
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments