Wednesday 27th August 2014

Home » News, News » Mari Elka Pangestu tantang pemuda Indonesia kelola industri hemat energi

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menantang pemuda Indonesia untuk mengelola industri hemat energi. Menurutnya, penerapan industri hemat energi memerlukan perhitungan ekonomi yang matang, dan  pemuda Indonesia bisa melakukannya. Demikian disampaikannya pada seminar bertajuk “What Can Indonesia Learn from China’s Industrial Energy Saving Program” di Kempinski Hotel, Jakarta 24 April 2012.

Seminar ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LPEM) untuk menghormati Prof. Dr. Ir. Muhammad Sadli, seorang ekonom yang ikut  berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia pada masa orde baru. Kali ini, LPEM mengajak ekonom dan pelaku industri untuk mempelajari pengelolaan indusrti hemat energi di China.

“Seminar ini merupakan bentuk penghormatan para ekonom yang tergabung dalam LPEM kepada Prof. Sadli atas buah pikirannya yang memberi sumbangsih terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi sehingga kehadirannya mampu menginpirasi orang lain untuk juga memiliki tekad dan konsistensi seperti yang dilakukannya,” sebut Mari Elka Pangestu dalam kata sambutannya.

Melalui seminar ini, Mari berharap agar para hadirin dapat memperoleh informasi mengenai kiat keberhasilan China dalam menjalankan industri hemat energi. “Menurut saya, hal ini penting untuk dilakukan mengingat China bisa dikatakan sukses dalam pengelolaan industri hemat energi.

Dalam kesempatan tersebut, Mari menyampaikan kekagumannya kepada Prof. Sadli yang turut berperan dalam kiprahnya saat terjun ke dunia politik. Baginya, sosok Prof. Sadli merupakan sosok mentor sekaligus teman yang inspiratif. Beliau memiliki pemikiran yang luar biasa dan banyak  memberikan masukan mengenai cara mengahadapi persoalan.

“Pak Sadli sangat suka memberikan tantangan kepada kita untuk dapat menyelesaikan persoalan. Ia suka memberikan kritik secara jujur kepada saya dan Miranda Gultom serta pelaku ekonomi lainnya. Disisi lain, beliau  memiliki selera humor yang baik sehingga berdiskusi dengannya merupakan hal yang menyenangkan,” tambah Mari lagi.

Mengenai tema “What Can Indonesia Learn From China’s Indutrial Energy Saving Program”, ekonom Emir Salim menyatakan pendapat yang sama. Baginya, Indonesia dan China adalah dua Negara yang memiliki karakter yang berbeda sehingga pengelolaan industry hemat energy di China perlu disesuaikan dengan keadaan di Indonesia.

“Jika China bisa sukses dalam mengembangkan industri hemat energi, maka Indonesia juga pasti bisa melakukan penerapan yang sama dengan melakukan penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi negara ini,” tutup Emir. (PUSKOMPUBLIK/http://www.budpar.go.id)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments