Wednesday 3rd September 2014

Home » News, News » Menghadirkan Bali di Sri Lanka

COLOMBO – KBRI-Colombo bekerjasama dengan Discovery Kartika Plaza Hotel-Kuta, Sanggar Seni Indah Prima-Legian dan Taj Samudra Hotel-Colombo menyelenggarakan the 2011 Indonesian Food Festival. Festival yang berlangsung dari 12 hingga 21 Agustus 2011 ini diselenggarakan di restoran Latitude, Taj Samudra Hotel.
Kegiatan promosi budaya dan pariwisata ini dibuka oleh Duta Besar RI Djafar Husein pada 12 Agustus 2011 dengan tamu kehormatan diantaranya Basil Rajapaksa, Menteri Pembangunan Ekonomi Sri Lanka serta para duta besar negara ASEAN untuk Sri Lanka.
Food Festival tahun ini yang mengambil tema “Delightfully Bali” didukung oleh tim executive sous chef dan kitchen artist, serta penari profesional yang didatangkan khusus dari Bali.
Selama 10 hari, masyarakat setempat di Colombo dan sekitarnya dapat mencicipi berbagai masakan khas Bali seperti Ayam Sisit Sambal Bongkot, Kambing Menyat-Nyat, Kambing Sune Cekuh, Bebek Betutu, Tum Bepasih, Lawar Kacang, dan Pisang Rai yang disajikan secara buffet.
Nuansa Bali terasa kuat karena kehadiran dekorasi janur khas Bali di ruang restoran, serta Udeng dan sarung yang dipakai petugas restoran. Para tamu dapat menikmati hidangan dengan hiburan langsung berupa tari Bali seperti Sekar Jagat yang melambangkan harmoni dunia dan disuguhkan untuk menyambut para tamu di pintu masuk.
Tamu juga diajak merasakan juga nuansa romantis tari Oleg Tamulilingan yang dibawakan sepasang penari serta nuansa menghibur yang dibawakan penari Joget nan jelita. Tari Baris, lambang kekesatriaan prajurit Bali serta Jauk, yang menampilkan sosok iblis khayalan serta memperkenalkan sisi maskulin tarian Bali.
Alunan ritmis Rindik dan Degung di sela-sela pertunjukan tarian langsung seolah juga turut menghadirkan suasana pedesaan Bali.
Tamu yang sengaja datang ke restoran Latitude terlihat antusias mencicipi masakan dan memperhatikan gerak tarian. Bahkan Basil Rajapaksa dan para tamu kehormatan lainnya menyatakan langsung apresiasinya kepada Djafar Husein.
Selain promosi kuliner, Food Festival ini diadakan untuk berbagi dengan masyarakat Sri Lanka sebagian kekayaan budaya Indonesia. Tujuan lain dari kegiatan ini adalah mempromosikan salah satu pariwisata di Indonesia, yang berhasil mengandalkan wisata budaya tanpa kehilangan jati diri bangsa dan nasionalisme.
Food Festival juga merupakan kesempatan mempromosikan persahabatan dan hubungan antar-masyarakat Sri Lanka dan Indonesia. Melalui keindahan seni yang dihadirkan dalam kuliner, tari dan musik sebagai salah satu bahasa universal dalam meningkatkan persahabatan, diharapkan citra Indonesia yang bersahabat dan menyenangkan dapat melekat di benak masyarakat setempat Sri Lanka dan internasional yang berada di negara ini. (KBRI RI – Colombo)
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2011 Journal Bali · Subscribe:PostsComments