Friday 25th July 2014

Home » News, News » Presiden SBY membuka Pesta Kesenian Bali ke-34 di depan Monumen Bajra Sandhi

Pawai PKB ke-34 (foto: Phalayasa Sukmakarsa)

JournalBali.com, DENPASAR – “Tok..tak…tok..tak…” demikian bunyi atokan yang dimainkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandai mulainya atraksi budaya Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIV di depan Monumen Bajra Sandhi, Kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/6). Presiden yang mengenakan busana adat khas Bali lengkap dengan  destar (udeng) di kepala, dengan bersemangat menggoyangkan  instrumen musik pertanian menyerupai genta yang terbuat dari bahan kayu berbentuk segi empat, dan pada bagian dalam diisi kayu pentol yang ujungnya diikat tali.

Kepala negara didampingi Ibu Negara Ani YudhoyonoMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu,serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika disambut gebyar puluhan seniman gong Gede Saih Pitu, Semara Pagulingan maupun jegog guna menandai dimulainya pawai budaya PKB.

Pawai kendaraan hias tersebut diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari kelompok kesenian perguruan tinggi, kelompok kesenian yang mewakili kabupaten atau kota serta kelompok kesenian dari instansi yang peduli terhadap perkembangan seni budaya di Bali. Presiden melepas peserta pawai dari panggung kehormatan yang berada di salah satu jalan di seputar Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

SBY nampak menikmati sajian pawai budaya yang ditampilkan para peserta yang akan mengisi PKB ke-34 yang akan dihelat sebulan penuh di Taman Budaya Art Center, Denpasar. Pawai pertama ditampilkan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan tema “Adi Merdangga”, yang selalu ditampilkan setiap pembukaan PKB. Yang menarik, peserta pawai tidak hanya berasal dari adat Bali namun dari daerah lainnya. Ikatan Keluarga Maluku, Ikatan Keluarga Etnis Batak, Kota Mataram dan Pemuda Agama Konghucu Bio juga akan menunjukkan kesenian mereka.

Pada kesempatan itu, Gubernur Made Mangku Pastika menjelaskan, PKB dihelat untuk menjaga kelestarian budaya Bali. “PKB diharapkan mampu menjaga kekayaan dan kekhasan budaya Bali yang masih lestari hingga saat ini,” kata Pastika, dalam sambutan resminya, Minggu 10 Juni 2012.

Pastika memaparkan, PKB kali ini mengambil tema “Paras Paros” yang berarti dinamika dalam kebersamaan. Tema itu diangkat untuk disesuaikan dengan potensi kekayaan dan dinamika kesenian Bali. “Juga untuk kesenian Nusantara,” imbuhnya.

Peserta pawai kali ini, ujar Pastika, adalah peserta yang akan mengisi acara sepanjang PKB berlangsung. “Peserta pawai merupakan duta dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Juga ada partisipan dari Mataram, Provinsi Maluku, Sulawesi Utara dan Pemuda Konghucu,” beber Pastika.
Pada kesempatan itu, baik Presiden SBY maupun Ani Yudhoyono nampak menikmati pawai yang disajikan oleh para seniman itu. Bahkan, Ani Yudhoyono tak lepas mengabadikan momen tersebut dengan kamera di tangannya. Nanti malam, bertempat di Taman Budaya Art Center, SBY akan secara resmi membuka PKB ke-34.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan Pesta Kesenian Bali merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan kekayaan budaya di Bali sekaligus upaya mengembangkan dan melestarikannya.

“Dinamika dalam kebersamaan sesuai tema, pawai ini menggambarkan dinamika dan perkembangan kesenian Bali dan juga kesenian nusantara,” katanya.

Mangku Pastika mengatakan, sembilan kontingen dari kabupaten/kota di Bali akan menjadi tulang punggung pawai didukung kontingen kesenian lainnya. Gubernur menambahkan dalam tahun ini inovasi dalam pawai dilakukan atraksi budaya di atas kendaraan hias sehingga masyarakat bisa menyaksikan tarian dan atraksi budaya. (Tim JB)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments