
Pawai PKB ke-34 (foto: Phalayasa Sukmakarsa)
JournalBali.com
, DENPASAR – “Tok..tak…tok..tak…” demikian bunyi atokan yang dimainkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandai mulainya atraksi budaya Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIV di depan Monumen Bajra Sandhi, Kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/6). Presiden yang mengenakan busana adat khas Bali lengkap dengan destar (udeng) di kepala, dengan bersemangat menggoyangkan instrumen musik pertanian menyerupai genta yang terbuat dari bahan kayu berbentuk segi empat, dan pada bagian dalam diisi kayu pentol yang ujungnya diikat tali.Kepala negara didampingi Ibu Negara Ani YudhoyonoMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu,serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika disambut gebyar puluhan seniman gong Gede Saih Pitu, Semara Pagulingan maupun jegog guna menandai dimulainya pawai budaya PKB.
SBY nampak menikmati sajian pawai budaya yang ditampilkan para peserta yang akan mengisi PKB ke-34 yang akan dihelat sebulan penuh di Taman Budaya Art Center, Denpasar. Pawai pertama ditampilkan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan tema “Adi Merdangga”, yang selalu ditampilkan setiap pembukaan PKB. Yang menarik, peserta pawai tidak hanya berasal dari adat Bali namun dari daerah lainnya. Ikatan Keluarga Maluku, Ikatan Keluarga Etnis Batak, Kota Mataram dan Pemuda Agama Konghucu Bio juga akan menunjukkan kesenian mereka.
Pastika memaparkan, PKB kali ini mengambil tema “Paras Paros” yang berarti dinamika dalam kebersamaan. Tema itu diangkat untuk disesuaikan dengan potensi kekayaan dan dinamika kesenian Bali. “Juga untuk kesenian Nusantara,” imbuhnya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan Pesta Kesenian Bali merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan kekayaan budaya di Bali sekaligus upaya mengembangkan dan melestarikannya.
Mangku Pastika mengatakan, sembilan kontingen dari kabupaten/kota di Bali akan menjadi tulang punggung pawai didukung kontingen kesenian lainnya. Gubernur menambahkan dalam tahun ini inovasi dalam pawai dilakukan atraksi budaya di atas kendaraan hias sehingga masyarakat bisa menyaksikan tarian dan atraksi budaya. (Tim JB)
















