Friday 31st October 2014

Home » News, News » Sanur Kite International “Rekor” Festival Layang-layang Bali

[JOURNAL BALI.COM – Sanur] Sanur menjadi tempat berlabuh ratusan layang-layang dari berbagai jenis. Sekitar 700 layangan dari berbagai jenis menari-nari diatas langit Pantai Mertasari, Sanur. Dari sekian banyak satu diantara menjadi magnet bagi juri dan penonton.

Layangan jenis Janggan yang bentuknya seperti naga lengkap dengan kepala ini, memiliki ekor sepanjang 160 meter. Tak heran jika ribuan orang yang hadir di pantai Mertasari dibuat terkesima. Ibarat melihat naga raksaksa melayang diudara. Ada juga layang-layang yang dianggap sakral, usiannya sudah setengah abad. Dianggap sakral karena layangan yang satu ini tidak mau bagus bila diterbangkan bersama dengan layangan lain.

Yang tak kalah mengejutkan adalah jumlah layangan jenis ini, 156 layangan dengan ukuran ekor diatas 50 meter ini memadati langit cerah pantai tersebut.

Tak kalah menarik, layang jenis lain pun juga berjumlah sangat banyak jika dibandingkan dengan lomba layangan di tempat lain. Untuk jenis pecukan diikuti oleh 199 peserta sedangkan bebean sebanyak 308 peserta, diikuti jenis kreasi yang hanya diikuti oleh 37 peserta.

“Bisa dikatakan kali ini merupakan rekor lomba layang-layang di tahun ini. Kami dari panitia pun awalnya ak menyangka peserta sebanyak ini. Kalau digabung dengan hari kemarin total mencapai 900 peserta. Paling banyak jenis layangan tradisional kalayu kreasi masalahnya pada soal kreativitas karena inspirasi membuat layangan harus beda tiap tahunnya” ungkap Kadek Dwi Armika, Sabtu (8/8) sore.

Lebih lanjut Armika mengatakan cuaca sangat mendukung berlangsungnya acara ini. Angin yang keras dengan cuaca cerah membuat layang-layang terbang dengan sempurna.

Selain peserta lokal, lomba ini juga dimeriahkan oleh peserta nasional dan internasional. Untuk peserta nasional diikuti oleh peserta dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang. Sedangkan internasional berasal dari Australia, Belanda, Jerman, Prancis, Swedia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Singapura, Malaysia dan India.

Baik peserta lokal, nasional maupun internasional mengikuti lomba dalam dua sesi yaitu pagi dan sore hari. Sedangkan malam harinya (sekarang) digelar night flight kite yakni, layang-layang yang dihiasi lampu warna-warni. (nra)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2010 Journal Bali · Subscribe:PostsComments