Saturday 1st November 2014

Home » News, News » UI mengenang pahlawan pendidikan ekonomi Indonesia

JournalBali.com, DEPOK - Bertempat di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,  Depok, Rabu (18/04), digelar  acara Mengenang 40 Hari Wafatnya Prof. Widjojo Nitisastro, Ph.D, serta  Pemberian  Nama  Kampus  FEUI  Salemba  menjadi  Kampus  FEUI  Sumitro  Djojohadikusumo dan Kampus FEUI Depok menjdai Kampus FEUI Widjojo Nitisastro.  Hadir memberikan sambutanProf. Arsjad Anwar, Ph.D. (Guru Besar FEUI), T. M. Zakir Mahmud Ph.D. (Kepala LPEM­FEUI),Doddy Widjojo, B.A., M.A. (perwakilan keluarga Prof. Widjojo Nitisastro, Ph.D.), dan Prabowo Subianto Djojohadikusumo sebagai perwakilan keluarga Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Ph.D.

Prof.  Widjojo  Nitisastro,  Ph.D  merupakan  Guru  Besar  FEUI,  menjabat  sebagai  Dekan  Fakultas Ekonomi  UI  pada  tahun  1964‐1968,  dan  beliau  merupakan  salah  satu  arsitek  pembangunan ekonomi  Indonesia.    Beberapa  jabatan  penting  yang  pernah  diemban pria kelahiran 23 September 1927   ini  antara  lain  Ketua  Tim  Bidang   Ekonomi   dan   Keuangan   dari Staf  Pribadi  Ketua Presidium Kabinet,  Ketua  Tim  Ahli  Ekonomi  Presiden,  Ketua  Bappenas,  Menteri Perencanaan Pembangunan, serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri.

Ketika  memimpin  FEUI,  Widjojo  Nitisastro  mendirikan  Lembaga  Demografi  (LD),  Laboratorium Statistika,  yang  kemudian  berkembang  menjadi  Laboratorium  Komputasi.    Lembaga  Demografi menjadi lembaga riset kependudukkan pertama di Indonesia. Pada  9  Maret  2012,  arsitek  utama  pembangunan  perekonomian  Indonesia itu berpulang menghadap Sang Khalik di usia 84 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Karier  Widjojo  Nitisastro  berawal  atas  dukungan  Prof.  Sumitro  Djojohadikusumo  yang  menjabat sebagai  Dekan  FEUI  saat  itu.    Sumitro  Djojohadikusumo  yang  ketika  itu  menjabat  menteri  dalam pemerintahan  Presiden  Soeharto  diminta  untuk  memimpin  FEUI.    Sebagai  Dekan,  Sumitro meletakkan  dasar  pembangunan  Fakultas  Ekonomi  tertua  di  Indonesia  ini  dengan  mengirimkan mahasiswa‐mahasiswa  terbaiknya  bersekolah  di  luar  negeri  dan  ketika  kembali  ke  tanah  air mengabdi dan mentransfer ilmu yang didapatkannya.

Pascakemerdekaan  Indonesia,  pendidikan  tinggi,  khususnya  di  bidang  ekonomi  masihlah  sangat terbatas. Salah satu doktor ekonomi yang dimiliki ialah Sumitro  Djojohadikusumo.    Tak  ada  yang menyangka  bahwa  Sumitro  akan  membuat  perubahaan  yang  lebih  besar  ketimbang  sekedar merombak sebuah sekolah. Pada  tahun  1953  Sumitro  Djojohadikusumo  mendirikan  Lembaga  Penelitian  Ekonomi  dan Masyarakat  (LPEM  FEUI)  yang  tujuannya  mencari  bentuk  kebijakkan  ekonomi  yang  tepat.  Lembaga inilah yang menjadi jembatan antara FEUI dan pemerintah.

Setelah kepergian Sumitro Djojohadikusumo dan Widjojo Nitisastro, FEUI mengenang sumbangsih dan  jasa‐jasa  founding  fathers  FEUI  yang  tak  hanya  dalam  membangun  ekonomi  Indonesia  juga dalam  membangun  pendidikan  ekonomi  Indonesia  melalui  penamaan  Kampus  FEUI  Salemba menjadi Kampus FEUI Sumitro Djojohadikusumo dan Kampus FEUI Depok menjadi Kampus FEUI Widjojo Nitisastro.(Tim/JB)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments