JournalBali.com, DEPOK - Bertempat di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (18/04), digelar acara Mengenang 40 Hari Wafatnya Prof. Widjojo Nitisastro, Ph.D, serta Pemberian Nama Kampus FEUI Salemba menjadi Kampus FEUI Sumitro Djojohadikusumo dan Kampus FEUI Depok menjdai Kampus FEUI Widjojo Nitisastro. Hadir memberikan sambutanProf. Arsjad Anwar, Ph.D. (Guru Besar FEUI), T. M. Zakir Mahmud Ph.D. (Kepala LPEMFEUI),Doddy Widjojo, B.A., M.A. (perwakilan keluarga Prof. Widjojo Nitisastro, Ph.D.), dan Prabowo Subianto Djojohadikusumo sebagai perwakilan keluarga Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Ph.D.
Prof. Widjojo Nitisastro, Ph.D merupakan Guru Besar FEUI, menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UI pada tahun 1964‐1968, dan beliau merupakan salah satu arsitek pembangunan ekonomi Indonesia. Beberapa jabatan penting yang pernah diemban pria kelahiran 23 September 1927 ini antara lain Ketua Tim Bidang Ekonomi dan Keuangan dari Staf Pribadi Ketua Presidium Kabinet, Ketua Tim Ahli Ekonomi Presiden, Ketua Bappenas, Menteri Perencanaan Pembangunan, serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri.
Ketika memimpin FEUI, Widjojo Nitisastro mendirikan Lembaga Demografi (LD), Laboratorium Statistika, yang kemudian berkembang menjadi Laboratorium Komputasi. Lembaga Demografi menjadi lembaga riset kependudukkan pertama di Indonesia. Pada 9 Maret 2012, arsitek utama pembangunan perekonomian Indonesia itu berpulang menghadap Sang Khalik di usia 84 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Karier Widjojo Nitisastro berawal atas dukungan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang menjabat sebagai Dekan FEUI saat itu. Sumitro Djojohadikusumo yang ketika itu menjabat menteri dalam pemerintahan Presiden Soeharto diminta untuk memimpin FEUI. Sebagai Dekan, Sumitro meletakkan dasar pembangunan Fakultas Ekonomi tertua di Indonesia ini dengan mengirimkan mahasiswa‐mahasiswa terbaiknya bersekolah di luar negeri dan ketika kembali ke tanah air mengabdi dan mentransfer ilmu yang didapatkannya.
Pascakemerdekaan Indonesia, pendidikan tinggi, khususnya di bidang ekonomi masihlah sangat terbatas. Salah satu doktor ekonomi yang dimiliki ialah Sumitro Djojohadikusumo. Tak ada yang menyangka bahwa Sumitro akan membuat perubahaan yang lebih besar ketimbang sekedar merombak sebuah sekolah. Pada tahun 1953 Sumitro Djojohadikusumo mendirikan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEUI) yang tujuannya mencari bentuk kebijakkan ekonomi yang tepat. Lembaga inilah yang menjadi jembatan antara FEUI dan pemerintah.
Setelah kepergian Sumitro Djojohadikusumo dan Widjojo Nitisastro, FEUI mengenang sumbangsih dan jasa‐jasa founding fathers FEUI yang tak hanya dalam membangun ekonomi Indonesia juga dalam membangun pendidikan ekonomi Indonesia melalui penamaan Kampus FEUI Salemba menjadi Kampus FEUI Sumitro Djojohadikusumo dan Kampus FEUI Depok menjadi Kampus FEUI Widjojo Nitisastro.(Tim/JB)
















