Thursday 18th September 2014

Home » Perfoming Arts, Theatre » Bali Menggelar Sastra Welang Monologue Awards 2012

oleh MOCH SATRIO WELANG

Noviani Pradhana dari Teater Tiga melakonkan monolog "Nyai Dasima" (foto: dok. Agus Wiryadhi Saidi)

The 2ND Sawma Awards ( Sastra Welang Monologue Awards 2012 ) akhirnya digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini ( 2012) . Sawma Awards, sebuah ajang festival monolog tahunan se Bali ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada para pekerja teater di Bali yang setia pada dunia seni pertunjukan khususnya teater. Acara yang digelar oleh Teater Sastra Welang ini melibatkan komunitas umum, teater kampus, dan teater sma yang sekaligus menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukkan untuk mengekspresikan diri. The 2nd Sawma Awards menampilkan 17 aktor dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan memainkan naskah – naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya denganpertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan – pesan moral. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Trik ( Putu Wijaya ), Gol ( Dadi Reza Pujiadi ), Prita Istri Kita ( Arifin C. Noer ), Nagina ( Nano Riantiarno ), Ibu Kita Raminten  ( Ikun Sri Kuncoro), Nyanyian Angsa ( Anton Chekov), Namaku Skizo ( Herlina Syarifudin ), Kucing ( Putu Wijaya ),  Suara dari Seberang ( Putu Wijaya ), dan Nyai Dasima ( Dadi Reza Pujiadi ).

Dalam penyelenggaraan Sawma Awards  2012, dewan juri akan melakukan seleksi ketat dalam  menentukan siapa yang akan merebut piala Sawma untuk kategori aktor terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik.Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri Sawma adalah para veteran di dunia teater modern Bali, di antaranya Dramawan Agung Eksa Wijaya, Hendra Utay,dan Mira Astra. Ketiga dewan juri akan menentukan lima orang yang akan masuk nominasi setiap kategori dan menentukan satu orang yang berhak meraih piala Sawma di masing – masing kategori. Tahun lalu pada Sawma Awards 2011 , Piala Sawma Aktor Terbaik direbut oleh Isnah Nur Bintari dalam monolog Masmirah ( Arthur S. Nalan ) sedangkan Piala Sawma Sutradara Terbaik direbut oleh Dadi Reza Pujiadi dan Piala Sawma Pementasan Terbaik oleh Teater Lah Indonesia dalam pementasan Kasir Kita ( Arifin C Noer ) yang dimainkan oleh aktor Heri Windi Anggara.

Desi Nurani (Teater Ilalang) mementaskan monolog "Ibu Kita Raminten". (foto:dok. Agus Wiryadhi Saidi)

Para peserta Sawma Awards 2012 adalah komunitas teater umum, kampus maupun teater sma di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran festival kepada panita. Ke  18 monologer yang tampil tahun ini dari beragam komunitas di Bali. Beberapa diantaranya adalah wajah – wajah lama di panggung sawma yang telah tampil tahun lalu dan kini tampil lagi untuk kedua kalinya yakni Heri Windi Anggara ( Kelompok Sekali Pentas), Beny Dipo Pratama (  Kelompok 108 ), Linda Trisnayanti (Teater Orok ), Nanda Wahyu Saputra  ( Teater Teras),  Didi Saputra (Achillies Teater ) , juga mereka yang kerap tampil dalam beragam panggung teater di Bali namun untuk pertama kali tahun ini tampil di Sawma Awards yakni  Afif Mahfudz ( Umum ), Dear Ramos Damanik ( Koteka Singaraja ),  Desi Nurani (Teater Ilalang Singaraja ), Jaka Erlangga ( Teater Kini Berseri) ,  Johar Maknum ( Umum ) , Prema Dewi ( Teater Antariksa ),  Putu Noviani Pradhana  ( Teater Tiga ), Sri Prami Utari ( Teater Orok) ,  Syahrul Ardyansyah (Teater Topeng) , Vivi Indah Lukita ( Teater Bhisma ) , Sukma Nusantara  ( umum )  dan Wiwik Dwijayanti  ( Teater Solagracia Jembrana ).

Sawma Awards 2012 secara resmi digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari Sabtu – Minggu,  7 – 8 April 2012 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.  Untuk malam puncaknya digelar pada hari Selasa pada tanggal 10 April 2012 pukul 6 sore di Penggak Men Mersi – Puri Kesiman yang menampilkan beragam pementasan seni dari para bintang dunia seni di Bali diantaranya Didon Kajeng, Kelompok Senja Hening, Teater Saet Unhi, Teater Kini Berseri, Siput Dance Company , Pameran sketsa oleh Citra Sasmita bertajuk Rupa Rupa Fatamorghana  dan pagelaran tari teatrikal oleh kelompok The Puch Collaboration yang merupakan kolaborasi seni musik, tari dan tembang , sebuah kolaborasi antar  negara yakni Indonesia, Polandia dan Madagaskar.  Malam Puncak Penganugerahan Sawma Awards 2012 digelar di Penggak Men Mersi – Puri Kesiman menampilkan pementasan utama Monolog ‘Namanya Au’ dimainkan oleh Didon Kajeng. Didon Kajeng akan memainkan sebuah naskah yang diadaptasi dari cerpen karya sastrawati Fanny J Poyk  dalam bentuk sebuah pementasan monolog.  Disini akan kita saksikan kepiawaian Didon Kajeng yang terkenal dalam pentas – pentas monolog di Bali dari era 90an hingga kini.

Aktor Didon Kajeng memanggungkan monolog "Namaku Au" dari cerpen Fanny J. Poyk. (foto: dok. Agus Wiryadhi Saidi)

Malam Penganugerahan Seni – Sawma Awards 2012 juga memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards kepada Ibu Suisnati atas pengabdian seumur hidup di bidang teater yang hingga kini berusia 70 tahun masih aktif tampil dalam tiap pagelaran teater yang dipimpin oleh Bapak Abu Bakar. Kecintaan dan kesetiaan Ibu Suis dalam dunia seni panggung cukup memberikan inspirasi kepada para generasi muda untuk terus belajar dan usia sungguh tidak menjadi faktor penghalang dalam berkarya. Ibu Suis lahir di Banyuwangi , 8 September 1042 dan mulai berkesenian di saat usia 12 tahun dari panggung ke panggung baik itu pentas wayang orang, kelompok ludruk, maupun ketoprak, hingga hijrah ke Bali pada tahun 1976 dan terlibat berbagai pementasan teater maupun film garapan Bapak Abu Bakar , diantaranya yang masih di ingat yakni film Bali Menangis  ( 2004), Pementasan Teater Kisah Cinta dan lain – lain ( 2005 ) dan pementasan teater Indonesia Luka ( 2011 ) di Bentara Budaya Bali. []

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments