Wednesday 1st October 2014

Home » Destination, Travel » Bersafari di Dunia Binatang

[JOURNALBALI.COM] Bagaimana rasanya terdampar disebuah hutan belantara yang banyak binatang buasnya?. Takut, ngeri, was-was dan khawatir memenuhi pikiran. Jantung semakin berdetak kencang kalau melihat seekor harimau putih mondar-mandir dengan terus mengaung.

Yang bisa dilakukan hanya satu, lari sekencang-kencangnya untuk menghindari harimau, bisa juga untuk memanjat pohon. Asal tidak salah arah atau salah pilih pohon. Bisa jadi binatang buas lainnya berada di tempat yang dituju.

Kejadian yang menguras adrenalin ini bisa menjadi wisata yang menarik dan aman walaupun berhadapan dengan berbagai macam binatang buas dalam jarak dekat.

Bali Safari and Marine Park (BSMP) memberikan fasilitas tersebut untuk para wisatawan yang ingin melihat berbagai jenis binatang, baik buas maupun jinak. Di areal seluas 40 hektar terdapat lebih dari 500 hewan dari 60 spesies seperti, Komodo, Orang Utan, Bali Mynah (Jalak bali), Gajah Sumatra, Harimau Putih dan masih banyak lainnya.

Terletak dikawasan hutan di daerah Gianyar, selain menjadi tempat wisata BSMP juga menjadi tempat konservasi atau penangkaran (breeding). Pihak pengelola tidak merubah banyak lokasi yang berupa hutan ini. Sehingga binatang yang ada disini merasa benar-benar hidup dirumahnya.

Bali Safari and Marine Park merupakan taman konservasi yang ditujukan untuk melindungi hewan-hewan liar dari kepunahan. Ini dilakukan melalui program pendidikan dan penelitian yang berkoordinasi dengan berbagai institusi di seluruh dunia.

“Pengunjung bukan hanya untuk melihat atraksi para binatang. Yang kami rancang adalah para pengunjung mengerti kalau hewan yang mereka lihat sudah semakin berkurang dan mulai langka. Memang kami juga menyediakan wahana hiburan,” ungkap Hans Manangsang General Manager.

Pengunjung dijamin tidak akan bosan karena bukan hanya dijamu dengan atraksi hewan atau foto bersama orang utan. Tetapi bisa menikmati pertunjukan teater yang digelar di gedung Bali Thaetre. Disini penonton bisa melihat penampilan 150 penari, 40 wayang dan lebih dari 30 hewan termasuk sepuluh gajah. Mereka semua tampil bareng di satu panggung besar berukuran 80 x 40 meter. Selain itu pengunjung juga bisa melihat atraksi gajah di Elephant Stage yang berada di kampung gajah. Atau juga pementasan seni di hanuman stage.

Bagi pengunjung yang ingin berlama-lama, bisa langsung tinggal di beberapa penginapan yang ada disana. Resor-resor ini semakin terlihat indah karena setiap kamar dirancang bernuansa Afrika, Mara River Safari Lodge. Pengunjung yang menginap disana serasa memiliki binatang piaraan sendiri. Berbagai macam binatang bisa dilihat dari jarak sangat dekat. Hanya melalui jendela kamar pengunjung bisa melihat beberapa binatang yang berkeliaran. Termasuk beberapa restoran yang bisa dijadikan tempat untuk bersantap bareng.

[NR. Astika]

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2010 Journal Bali · Subscribe:PostsComments