Sunday 26th October 2014

Home » Visual Arts » Mata Melotot Menyongsong Trienal Grafis Indonesia

Pameran seni grafis “Kinship” (foto:putu heha/JB)

GELARAN pameran seni grafis bertajuk “Kinship” di Bentara Budaya Bali diramaikan oleh banyak pegrafis muda dengan menjelajah bentuk-bentuk visual yang berbeda dengan dekade sebelumnya.

Bila lazimnya pegrafis mengangkat pokok soal tentang lokalitas Bali dengan menyuguhkan bentuk visual figur penari, landskap dan ornamen, sekarang para pegrafis muda mulai terilhami dari budaya populer baik berupa film, animasi, kartun, komik,  poster serta citraan etnik yang diinterpretasikan ulang. Citra visual yang mulai menggenangi  masyarakat kontemporer dan menjadi titik jelajah pegrafis muda di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta dan Bandung.

Publik kini mulai akrab melihat sosok atau figur yang terpiuh mengingatkan pada makhluk dari khazanah komik dan  film kartun. Meski masih ada yang menyuguhkan  seperti potret diri, petani, penari, bentuk ekspresi seni rupa  yang relatif konservatif, namun figur-figur kartun dengan mata melotot itulah yang sedang menjadi citra yang kekinian.  “Kinship” sebagai tajuk pameran yang ingin mengusung filosofi kekerabatan masyarakat Bali bisa jadi tak menemukan titik temu dalam representasi visual dari para pegrafis, antara lain I Kadek Septa Adi, I Made Aryadwita (Dedok), Arief Budiman (Ayip Matamera), Edo Wulia, Megasari,  I Made Artana, I Komang Sukertayasa, Sang Ayu Made WLP, Made Marthana Yusa, I Nyoman Anom Fajaraditya, Geugeut Pangestu S, Ahdiyat Nur Hartarta, I Gd Riski Soma Himawan, I Komang Wardita, I Wayan Wahyu Pratama, I Putu Aditya Diatmika, Andriyanto, Made Karisma Dwi Yosa, Wasudewa, I Putu Suhartawan, Made Dianan Putra, Wibowo, Rochman Kifrizyah, dan I Gede Panca Gautama.

Gelaran pameran grafis yang diancang untuk menyongsong Trienal Grafis Indonesia ke-4, Bentara Budaya, ini merupakan  ikhtiar untuk membuka babak baru bagi dunia grafis di Bali patut dicermati keberlangsungannya. Bali yang sohor sebagai pusat seni lukis, seperti yang diuarkan kurator pameran “Kinship” Hardiman  yang mengedepankan teknik drawing dengan garis (outline) yang mumpuni, belum tercerap  sepenuhnya muncul sebagai karakter dalam karya grafis.

Dari sebagian besar suguhan karya yang masih banyak mengulang dari bentuk-bentuk visual yang telah lazim, masih ada beberapa karya grafis yang secara intens bergulat dengan teknik dan capaian tema yang unggul seperti karya I Made Aryadwita (Dedok). Ia bukan orang baru di dunia grafis. Perupa yang multitalen ini berhasil mengawinkan keterampilan teknik dan tema dalam ikatan nan khusyuk. (Putu Heha)

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Twitter

Baca Juga

Leave a Reply

About Us | Contact Us
© 2012 Journal Bali · Subscribe:PostsComments